Bandar Bola,Casino dan Poker Online Terpercaya

WHAT'S NEW?
Tampilkan postingan dengan label Basket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basket. Tampilkan semua postingan
San Antonio Spurs vs Golden State Warriors (Foto: Soobum Im-USA TODAY Sports)

Bolalive11 - Kemenangan tersebut kembali meraih gelar Golden State Warriors atas San Antonio Spurs di pertandingan final Wilayah Timur ketiga. Warriors selangkah menuju Grand Final NBA.

Warriors yang memenangi dua laga kandang untuk lolos ke AT & T Center, Minggu (21/5/2017), menerapkan host Spurs.

Spurs masih tampil tanpa Kawhi Leonard mengalami cedera pergelangan kaki di game pertama dan membuat mereka sulit menandingi kekuatan Warriors.


Begitu pertandingan terakhir berakhir, Spurs harus kalah dengan kenaikan enam bola, 108-120 dan tertinggal 0-3 di final Wilayah Barat.

Spurs sendiri hanya berhasil memenuhi Warriors di kuarter pertama saat ia membutuhkan waktu 33-29. Memasuki kuarter kedua, Warriors bangkit dan mencetak 35 poin dibanding 22 untuk keunggulan 64-55 di babak pertama.

Guard San Antonio Spurs Kahwi Leonard (Foto: Soobum Im-USA TODAY Sports)

Spurs telah mencoba mengimbangi Warriors di kuarter ketiga Kevin Durant sebagai terlalu tangguh bagi pemain Spurs. Host yang jauh tertinggal tidak kalah banyak dengan kekalahan ini.

Muncul sebagai top performer Warriors adalah Durant Yang membuat 33 poin, 10 rebound, dan empat assist. Ia mempertahankan Stephen Curry dengan 21 poin, Klay Thompson dengan 17 poin, dan JaVale McGee dengan 16 poin.

Manu Ginobili yang terlihat rapi dari bangku cadangan tak mampu membantu Spurs meski menghasilkan 21 poin. LaMarcus Aldridge melengkapi pemain top dengan 18 poin dan lima rebound.

Kemenangan ini membuat Warriors selangkah menuju Grand Final NBA jika Anda memenangkan pertandingan yang masih digelar di markas besar Spurs, Selasa (23/5) pagi WIB.

Bolalive11 - Wartawan Bleacher, Kevin Ding, bersama Lang Whitaker terlibat perbincangan menarik tentang final wilayah NBA, Los Angeles Lakers, masa depan Lonzo Ball, warisan LeBron James dan banyak hal lainnya.

3:00 Performa luar biasa LeBron di playoff
"LeBron hanya mengikuti jejak Kevin Durant dan Stephen Curry sejak pertama kali Durant memutuskan untuk pindah ke Golden State Warriors."
9:30 keberuntungan Boston Celtics di NBA draft
"Ini keputusan yang sulit untuk diprediksi, memang apa yang bakal mereka lakukan jika bisa memilih untuk pertama kali."
19:00 Kevin Ding berbicara tentang masa depan Lonzo Ball dengan Los Angeles Lakers
"Lakers sangat menyukai performanya. Namun, sekali lagi segalanya membutuhkan proses.
"Jika dia bukan pemain terbaik, mereka tak mungkin akan merekrutnya."
27:30 Rumor tentang ketertarikan Lakers dengan Paul George
"Jerry Buss sudah menyinggung tentang hal ini. Bukan hanya tentang membawa bintang ke Los Angeles, tapi ini tentang bintang dengan karakter yang tepat."
30:00 keadaan dalam Lakers yang berguncang
"Semangat untuk kolaborasi saat ini sangat berbeda."
32:30 final wilayah timur
"Sangat sulit untuk melihat tim dengan kekuatan enuh yang dimotori Kawhi Leonard. Tidak adanya Leonard membuat Spurs bakal sulit untuk bisa mengalahkan Golden State Warriors."
35:30 pertanyaan trivia mingguan John Schumann
"Siapa empat pemain yang bisa menang 4-0 atas [LeBron James ](2944314 "LeBron James ")di playoff?"
Pebasket NBA asal Oklahoma City Thunder Enes Kanter

Bolalive11 - Ketua Umum PB Perbasi Danny Kosasih berharap pebasket Indonesia meniru kegiatan sosial para pemain NBA. Hal ini bagus untuk perkembangan basket di tanah air. 

Seperti diketahui hari ini Indonesia kedatangan pemain National Basketball Assositation (NBA). Kali ini, giliran Enes Kanter yang menjadi bintang tamunya. 

Bekerjasama dengan Satria Muda dan Pengurus Besar Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Kanter yang merupakan center Oklahoma City Thunder hadir di Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (18/5/2017). 

Selain ingin melihat basket Indonesia, kedatangan Kanter juga kaitannya dengan Enes Kanter Light Foundation's Mission yang merupakan yayasan untuk perkembangan anak-anak di seluruh dunia melalui pendidikan, pengetasan kemiskinan, dan keharmonisan sosial. 

Di depan sekitar 50-an anak dari Indonesian Basketball Academy, Kanter juga memberikan motivasi bagi para peserta agar tidak berhenti bermimpi untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Termasuk menjadi pemain basket profesional. 

Hal ini pun mendapat apresiasi dari PB Perbasi dan kegiatan ini diharapkan bisa dicontoh para pebasket Indoensia.

"Sebenarnya ini membawa angin yang bagus untuk bola basket Indonesia. Terutama beberapa pemain basket NBA lainnya yang tahun-tahun ini akan datang ke Indonesia," kata Danny. 

"Mereka ini setiap pemain NBA ini punya tujuan bagaimana menyisihkan sebagain dari penghasilan mereka. Foundation yang mereka biayai apakah itu untuk sekolah atau rumah sakit. Kadang-kadang malah mereka menggunakan nama NBA Care. Nah, saya berharap ada pemain Indonesia yang meniru hal ini. Bagaimana ada waktu kosong kunjungi rumah sakit deh, rumah jompo, atau share ke anak-anak kecil. Itu yang saya harapkan," sambungnya.

Danny juga sekaligus mengomentari soal perkembangan basket Indonesia yang dianggap semakin maju saat ini.

"Saya kira kalau perkembangan secara prestasi ya kita lihat ini merangkak pelan-pelan. Tapi yang pasti dari anak-anak kecil yang saya lihat, saya ini hampir setiap minggu keliling dua -tiga kota. Saya lihat di Jakarta Timur saja, minggunya bisa mengunjungi tiga sampai empat sekolah basket yang rata-rata ada dua ratus anak."

" Jadi kalau ini dikembangan dengan sistem bisnis yang bagus, saya kira ke depannya bola baslet Indonesia punya masa depan yang cukup baik," harapnya. 
Pebasket NBA asal Oklahoma City Thunder Enes Kanter (Foto: Detiksport/Mercy Raya)

Bolalive11 - Kesempatan berharga didapat sejumlah saat sejumlah anak-anak Indonesia mendapat pelatihan dari salah satu pebasket NBA Enes Kanter.

Bekerjasama dengan Satria Muda dan Pengurus Besar Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Kanter yang bermain untuk Oklahoma City Thunder itu hadir di Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis (18/5/2017). 

Kedatangan Kanter selain ingin melihat basket Indonesia, juga ada kaitannya dengan Enes Kanter Light Foundation's Mission. Di mana yayasan itu memiliki misi untuk membantu perkembangan anak-anak di seluruh dunia melalui pendidikan, pengetasan kemiskinan, dan keharmonisan sosial. 

"Ini menjadi yang pertama buat saya bisa hadir di sini. Saya sangat antusias sekali berada di sini. Saya sudah sering mendengar mengenai Indonesia dan sudah sejak lama ingin datang tetapi baru sempat sekarang karena jadwal padat," kata Kanter di sela-sela sambutannya. 


Kanter memang tak mendapat waktu banyak untuk memberi sambutannya dan berbicara dengan pewarta. Setelah menjawab dua pertanyaan dari pewarta, dia langsung digiring oleh host Augie Fantinus untuk melakukan pelatihan kepada 50 peserta dari Indonesian Basketball Academy (IBA). 

Ada empat aktivitas yang dilakukan dari coaching clinic yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu. Aktivitas pertama dari mulai memasukkan bola ke dalam ring, kemudian lari bolak balik di lapangan, dan yang terakhir adalah game. Anak-anak lebih dulu dibagi menjadi empat tim, kemudian mereka diminta untuk memasukkan bola ke atas ring. Siapa yang paling banyak memasukkan bola akan menjadi pemenangnya, sementara yang kalah diberi hukuman 20 kali melakukan push up. 

Dari pantauan detikSport, anak-anak sangat antusias. Kanter pun tak kalah semangat. Dia bahkan kerap memberi semangat dari bawah ring kepada anak-anak yang gagal memasukkan bola. Sebaliknya, yang berhasil diberi sambutan 'wawww' dari dia. 

Untuk semakin memanaskan suasana, Kanter kemudian mengarahkan para peserta berlari bolak-balik di lapangan. Menariknya, dari puluhan anak itu ada sekitar tiga orang peserta yang ketinggalan atau kalah cepat dalam adu lari itu. Dari ketiga anak itu, salah satunya adalah Timothy Sean Wahyudi, 11 tahun. Dia menjadi peserta yang paling akhir menyelesaikan lomba lari itu. Enes pun dengan sigap membiarkan Timoothy untuk menyelesaikan larinya dan terus memberikan semangat. Sebelum akhirnya, Enes juga meminta peserta lainnya memberikan tos persabatan. 

"Senang banget tadi dilatih dengan dia. Ya walau tadi sempat paling akhir saat lari tapi senang dapat tos dari dia (Enes Karten)," kata Timothy, yang ditemui usai coaching clinic.

Selain memberikan pelatihan, Kanter juga mengajak para peserta untuk bermain dengannya. Di mana usai permainan itu peserta yang menang akan mendapatkan gelang NBA milik Enes. Jadi masing-masing peserta diminta untuk bertepuk tangan namun dengan menyesuaikan bola yang dipantulkan Enes ke lapangan. 

Satu tepukan untuk satu pantulan bola. Sementara jika tidak ada pantulan maka anak-anak dilarang untuk memberikan tepukannya. Dari 50 peserta, sampai lah pada satu peserta yang berhasil dan mendapat gelang tersebut dari Kanter. 

Menyudahi klinik kepelatihan, Kanter pun melakukan foto bersama dengan para peserta. Dia dijadwalkan untuk melakukan kepelatihan lagi ke sekolaah Kharisma Bangsa. 

"Mimpi besar misalnya ingin menjadi pemain NBA suatu ssaat nanti dan punya usaha untuk meraihnya. Seperti saya, kadang dalam prosesnya saya tidak penah cetak angka, tapi kadang bisa cetak sampai 30 atau double digit dalam setiap pertandingan. Itu proses yang harus dinikmati," saran Kanter.

"Bila tidak ada yang percaya pada dirimu, percayalah pada dirimu sendiri bahwa kita bisa mencapai mimpi besar itu. Kemudian peduli kepada sekitar dan jangan lupa sayangilah orang tuamu," tutupnya.

Dalam kegiatan itu hadir pula President SEABA (Southeast Asian Basketball Association), Erick Thohir, yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Dia menyempatkan untuk memberikan plakat dari KOI dan Jersey timnas Merah Putih dari PB Perbasi, kemudian plakat bergambar bola basket yang diberikan Wakil Direktur Satria Muda, Ronny Gunawan. 

Bolalive11 - Golden State Warrior melibas San Antonio Spurs dengan 136-100. Hasil itu membuat Warriors unggul 2-0 atas Spurs di final Wilayah Barat.

Di Oracle Arena, Rabu (17/5/2017) WIB, Warriors digdaya atas Spurs yang bermain tanpa Kawhi Leonard -- ia cedera di tengah-tengah gim pertama, yang juga berperan membuat timnya kalah di gim tersebut.

Warriors langsung menggebrak di kuarter pertama. Tembakan tiga angka Stephen Curry di 4,5 menit tersisa bahkan membuat tuan rumah unggul 20-10 atas tamunya. Warriors menutup kuarter ini dengan keunggulan 33-16.

Keunggulan terus ditambah Warriors pada kuarter berikutnya. Tembakan dua angka dari Dejounte Murray di akhir kuarter ini pun cuma membuat Spurs memperkecil ketinggalan jadi 44-72.

Tak ada perubahan berarti dalam dua kuarter berikutnya di paruh kedua. Warriors dengan nyaman memenangi pertandingan gim kedua lawan Spurs.

Curry, yang cuma main di tiga kuarter awal, menjadi penampil terbaik Warriors dengan kontribusi 29 poin, 7 rebound, 7 assist. Predikat serupa di kubu Spurs disandang Jonathon Simmons dengan 22 poin, 3 rebound, 3 assist.

Dua gim berikutnya dalam duel di final wilayah ini akan dilangsungkan di AT&T Center yang menjadi markas Spurs.



(krs/fem)
Foto: Bob DeChiara-USA TODAY Sports

Bolalive11 -  Setelah melewati tujuh gim, Boston Celtics akhirnya menyisihkan Washington Wizards untuk maju ke final Wilayah Timur.

Celtics memastikan keunggulan 4-3 atas Wizards berkat kemenangan dengan skor 115-105 di kandang sendiri, TD Garden, Selasa (16/5/2017) WIB.

Hasil tersebut sekaligus menyudahi duel Celtics versus Wizards di semifinal wilayah. Tiket final Wilayah Timur berhasil disabet Celtics untuk menghadapi Cleveland Cavaliers.

Pertandingan Celtics kontra Wizards di gim tujuh ini sendiri masih berlangsung ketat; tuan rumah unggul di kuarter awal, dengan tim tamu membalikkan situasi di kuarter dua.

Di kuarter tiga Celtics juga sempat ketinggalan sampai lima poin dengan 5,5 menit tersisa, tapi akhirnya justru mampu menutup kuarter itu dengan keunggulan 85-79.

Celtics tancap gas di awal kuarter empat dengan tambahan poin 9-2 atas Wizards yang terus berusaha sekuat tenaga menjaga asa. Kemenangan pun akhirnya dipastikan Celtics.

Isaiah Thomas jadi penampil terbaik Celtics dengan kontribusi 29 poin, 2 rebound, 12 assist. Bradley Beal menyandang predikat serupa buat Wizards dengan 38 poin, 4 rebound, 2 assist.

Bolalive11 - Golden State Warriors sempat ketinggalan sampai 25 poin atas San Antonio Spurs. Tapi comeback dramatis membuat Warriors berbalik menang di gim 1 final Wilayah Barat itu.

Pertandingan tersebut dilangsungkan di Oracle Arena, Senin (15/5/2017) WIB, yang merupakan markas Warriors kendatipun tuan rumah kepayahan di kuarter-kuarter awal.

Spurs sudah unggul telak nyaris dua kali lipat dari Warriors di akhir kuarter pertama -- 30-16. Di kuarter dua, Spurs bahkan sempat unggul 25 poin berkat free throw Kawhi Leonard yang membuat kedudukan jadi 44-19. Saat paruh pertama habis, tuan rumah masih ketinggalan sampai 42-62 dari tim tamu.

Kebangkitan Warriors lantas terjadi di kuarter tiga, seiring dengan cederanya Leonard di kubu Spurs. Saat itu Warriors ketinggalan 55-78.

Tanpa Leonard di kubu lawan, Warriors kemudian sukses menambah 18 poin beruntun tanpa memberi kesempatan sama sekali buat Spurs untuk membalas (18-0). Walhasil, Warriors lantas memangkas ketinggalan jadi 73-78.

Rentetan tersebut menciptakan momentum positif buat Warriors yang pada akhirnya sukses berbalik unggul 101-100, lewat tembakan dua poin Kevin Durant. Spurs masih memberi perlawanan alot, tapi Warriors tetap jadi pemenang.

"Ini sebenarnya merupakan sebuah Gim 1 yang sempurna. Kamu kena pukul di mulut, tapi masih bisa meraih kemenangan," kata forward Warriors Draymond Green seperti dilansir ESPN.

Leonard menjadi penampil terbaik Spurs di partai ini dengan 26 poin, 8 rebound, 3 assist. Sementara Warriors punya Stephen Curry dengan torehan 40 poin, 7 rebound, 3 assist.

"Sudah pasti itu merupakan sebuah cara bagus untuk merebut Gim 1. Kami harus memaksimalkannya dan memulai Gim 2 dengan jauh lebih baik," ujar Curry.

Bolalive11 - Pelatih CLS Knights Wahyu Widayat Jati kurang puas dengan persaingan Indonesian Basketball League (IBL) 2017. Dia juga berharap agar kuota pemain asing musim depan dipangkas.

IBL musim ini membolehkan para peserta menggunakan tenaga pemain asing atau naturalisasi. Masing-masing tim bisa mendaftarkan dan memainkan dua pemain asing/naturalisasi itu secara bersama-sama dalam satu pertandingan.

Boleh dibilang, operator liga menyarankan penggunakan pemain asing itu. Sebab, mereka menyediakan subsidi sebesar USD 4 ribu untuk tiap-tiap tim.

Wahyu menilai penggunaan dua pemain itu memunulkan imbas kurang oke bagi tim IBL. Dia berharap ada perubahan.

"Dengan ada pemain impor penonton banyak, kualitas permainan meningkat. Seharusnya dipertahankan musim depan," kata Wahyu yang dihubungi detikSport, Selasa (9/5/2017).

"Namun, perlu diperbaiki agar peraturan pemain impornya lebih jelas. Sepanjang satu musim lalu, ada kendala pada pemain impornya karena ada beberapa peraturan yang bias, kurang tegas.

"Ketimbang operator susah-susah menyediakan pemain asing, sebaiknya klub cari sendiri. Subsidi pemain asing tetap oke. Tapi, jumlahnya bisa dikurangi, cukup satu. Karena, dua pemain menjadikan mereka lebih dominan. Kalau satu pemain kan mau enggak mau si pemain akan lebih banyak bekerja sama sama dengan pemain lokal," tutur dia.

Selan itu, Wahyu meminta agar tim-tim kontestan IBL menunjukkan semangat kompetisi yang lebih ketat lagi musim depan. Dia yakin pertunjukan akan makin menarik jika tim-tim kontestan memiliki kekuatan seimbang.

"Sistem home and away tidak masalah, itu bagus. Sebaiknya, tim-tim dengan yang passion berprestasinya tidak jelas harus memperbaiki kualitasnya. Jangan kontestan saja banyak, tapi gim biasa-biasa saja. Tontonan ini harus menarik minat masyarakat," ujar dia.
Gim lima Houston Rockets vs San Antonio Spurs (Foto: Soobum Im-USA TODAY Sports)

Bolalive11 - Partai San Antonio Spurs lawan Houston Rockets masih ketat. Spurs kini unggul lagi 3-2, usai mengalahkan Rockets melalui overtime dalam duel sengit di gim lima.

Spurs menang 110-107 ketika menjamu Rockets di AT&T Center, Rabu (10/5/2017) WIB, untuk kembali memimpin -- sebagaimana terjadi di game ketiga lalu -- dalam partai semifinal Wilayah Barat itu.

Spurs sempat unggul sampai tiga bola di awal-awal kuarter pertama, tapi Rockets perlahan mampu mengikis ketinggalan. Tembakan Manu Ginobili pada prosesnya membuat tuan rumah masih unggul 32-29 di akhir kuarter tersebut.

Di kuarter dua Rockets berhasil membalikkan keadaan berkat tembakan Eric Gordon yang bikin tim tamu berbalik unggul 39-38. Duel lalu berjalan alot sampai akhirnya Rockets menguasai kuarter dua dengan 60-58.

Tembakan tiga angka dan assist dari James Harden membuat Rockets mengawali kuarter tiga dengan oke. Namun, Spurs yang diinspirasikan Kawhi Leonard bisa terus mengejar untuk berbalik unggul 86-85 di akhir kuarter itu.

Pertarungan masih sama sengitnya di kuarter empat. Kurang dari semenit tersisa di kuarter itu, dua free throw Harden membuat Rockets unggul 101-99, hanya untuk disamakan lagi lewat tembakan Ginobili.

Di overtime, Rockets lebih dulu menambah poin lewat tembakan tiga angka Patrick Beverley. Rockets bikin tembakan tiga angka lagi melalui Ryan Anderson, tapi cuma itu tambahan poin mereka. Spurs sebaliknya unjuk gigi lewat aksi-aksi Danny Green, termasuk sebuah tembakan tiga angka memanfaatkan assist dari Ginobili.

Hasil itu membuat pertandingan berlanjut ke gim enam yang dimainkan di Toyota Center markas Rockets. Pemenang duel ini sudah ditunggu Golden State Warriors di final wilayah.

Bolalive 11 - Wahyu Widayat Jati mempertanyakan rencana Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket 2023. Prestasi dan venue dinilai belum memadai.

Indonesia mengajukan tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket 2023 sebagai pendamping Filipina. Jika berhasil Indonesia berperan sebagai tuan rumah babak penyisihan. Jepang juga turut menjadi tuan rumah bersama.

Wahyu, pelatih CLS Knights yang sekaligus pelatih timnas saat ini, menilai PP Perbasi sebaiknya memprioritaskan pengembangan basket di Tanah Air agar menjadi industri olahraga yang sehat. Selain itu, PP Perbasi harus menggenjot prestasi agar menjadi yang terbaik pada level Asia Tenggara serta memiliki GOR yang berkualitas internasional.

"Saya pesimistis dengan rencana itu. Bukankah sebaiknya, apalagi kalau ada uang yang terlibat sebagai upaya menjadi tuan rumah, fokus buat pembangunan prestasi basket nasional, baik liga profesional maupun kelompok umur," kata Wahyu yang dihubungi detikSport, Selasa (9/5/2017).

"Realistis saja, level permainan kita belum sampai pada level dunia. Kalau menurut saya, Perbasi dan komponen yang terlibat harus lebih banyak kerja. Bukan saya saya tidak mendukung, tapi faktanya, tidak usah jauh-jauh, prestasi kita sama Singapura masih jauh.

"GOR juga mana yang mempunyai kualitas oke? Bahkan, GOR di DKI saja masih kalah dari milik Batam. Apakah Perbasi dan pemerintah mampu membangun GOR di tiap provinsi untuk membangkitkan gairah basket nasional?" tutur dia.

Sebagai gambaran, Indonesia kesulitan dalam menyediakan venue basket untuk menjamu para tamu di Asian Gams 2018 Jakarta dan Palembang. Saat ini, solusi terbaik hanyalah merenovasi Hall A basket di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.